Postingan

Mengidentifikasi Isi dan Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan

Gambar
      https://drive.google.com/file/d/1Hc4jYUipWyTwnumlZ6oDJ0Emi6A8fnQw/view?usp=sharing Kompetensi Dasar:      3.1   Mengidentifikasi isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan yang dibaca                                                                4.1  Menyajikan simpulan sistematika dan unsur-unsur isi surat lamaran baik secara lisan maupun tulis Mengidentifikasi Unsur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan Pada dasarnya, surat lamaran pekerjaan dibedakan dari berbagai sumber yang diperoleh oleh palamar. Rohmadi dan Rustamaji (2010: 4) menjelaskan bahwa surat lamaran pekerjaan dapat diajukan berdasarkan sumber-sumber berikut ini. 1. Iklan Contoh Setelah membaca iklan yang dimuat dalam harian…tanggal…yang isinya menyatakan bahwa…. Dalam harian…tanggal…saya membaca...

Artikel KMA-18

MISPERSEPSI UN (Kunti Dewi Hambawani) Baca langsung telan? Tersedak? Pastinya. Membaca tanpa memahami apa dan bagaimana secara jelas akan mengacaukan persepsi kita. Akhirnya, mispersepsi. Headline "UN Dihapuskan" sebuah judul yang memiliki daya jual yang luar biasa. Bahasa iklan untuk mengejar jumlah oplah. Mengaburkan makna yang sesungguhnya. Memunculkan sikap suudzon daripada husnudzon. Oleh karena itu, media massa seharusnya memberikan taklimat sesuai apa adanya.  Sebagai penikmat berita, selayaknya kita mencari keabsahan berita tersebut tanpa membuat dugaan yang tidak jelas. Mencari kebenaran dan kejelasannya akan lebih baik, sehingga persepsi kita tidak salah kaprah. Mispersepsi akan mengakibatkan kegagalan dalam mencerna suatu berita. Sebenarnya, sejak dicanangkannya UNBK, beragam komentar para siswa sudah membanjiri situs Kemendikbud. Mereka memprotes soal yang sulit. Nilai UN sebagai penentu kelulusan. Bagaimana di sekolah kita? Sama atau tidak? Tak dapat dielak...

KMA-18

Gambar

RPP 1

Sistematika dan Unsur-Unsur Surat Lamaran Kerja

Artikel

Gambar
Terseok-Seok di Gang Sagusablog Lanjutan Kunti Dewi Hambawani          Daring? Seperti kosakata " Darling"  semoga saja demikian halnya.  Apa daring? Duh... Sebagai guru yang baru saja disengat kalajengking yang dikirim IGI  bukannya susah, sedih, dan sakit tetapi malah keranjingan . Keranjingan? Ups,,, keranjingan belajar tentunya. Belajar tidak membedakan kelas. Kelas dunia atau kelas maya. Belajar dalam kelas maya memiliki spesialisasi tersendiri bagi penulis.        Kegiatan  daring yang diselenggarakan IGI  salah satunya adalah sagusablog . Seketika retina ini tertawa " masa sagu kok dipelajari, makanan lho"  itulah mata. Jika hanya sepintas dibaca mungkin menggelikan, tetapi setelah merambahnya pelan-pelan di tengah  berjubelnya kegiatan memiliki keasyikan.         Benar, daring  sagusablog  membuka telinga, membelalakkan mata bah...

Silabus Bahasa Indonesia Kelas XII

Silabus Kelas XII Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020

Artikel Antologi 11

MEREDAM AFEKSI, BERIKAN EMPATI Kunti Dewi Hambawani “Jeder!" Pintu kelas dibanting. Jendela bergetar ketakutan. Kasar. Sangat! Sambil " Nggerundel " mirip dukun, Arifin meninggalkan kelas. Baginya lebih baik seperti itu. Bu Tesa hanya melirik. Gemuruh dadanya mengelegak. Darahnya bergolak. Muncrat ke ubun-ubun. Sedikit gemetar menahan amarah, mencoba ditekan, tetapi masih sedikit kentara. "Jangan hiraukan" selanya, menutupi ketegangan. Kelas tetap kaku. Namun, Bu Tesa mencoba melumerkan lagi dengan berseloroh,  "Anggap saja iklan lewat, jangan menganggu belajar kita, rugi dong kali". Anak-anak pun kembali, bergeming dengan kejadian tadi. Menekuri kerja kelompok yang sempat terhempas (Kejadian sebenarnya, dengan nama disamarkan). Pernahkah menghadapi siswa yang demikian itu? Belum pernah? Syukurlah. Namun, coba cermati sejenak dengan sikap Bu Tesa tersebut. Tindakan untuk mengendalikan afeksi yang luar biasa. Memenjarakan amarah untuk memb...