Mengidentifikasi Isi dan Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan
Kompetensi Dasar: 3.1
Mengidentifikasi isi dan
sistematika surat lamaran pekerjaan yang dibaca
4.1
Menyajikan simpulan sistematika
dan unsur-unsur isi surat lamaran baik secara lisan maupun tulis
- Mengidentifikasi Unsur Kebahasaan Surat Lamaran Pekerjaan
- Pada dasarnya, surat lamaran pekerjaan dibedakan dari berbagai sumber yang diperoleh oleh palamar. Rohmadi dan Rustamaji (2010: 4) menjelaskan bahwa surat lamaran pekerjaan dapat diajukan berdasarkan sumber-sumber berikut ini.
1. Iklan
Contoh
Setelah membaca iklan yang dimuat dalam
harian…tanggal…yang isinya menyatakan bahwa….
Dalam harian…tanggal…saya membaca iklan yang menyatakan bahwa PT…membutuhkan…. Berkenaan dengan hal tersebut, saya…
Dalam harian…tanggal…saya membaca iklan yang menyatakan bahwa PT…membutuhkan…. Berkenaan dengan hal tersebut, saya…
2. Informasi seseorang
Contoh
Menurut informasi dari Bapak…, perusahaan Bapak/Ibu membutuhkan…. Sehubungan dengan hal itu…
Contoh
Menurut informasi dari Bapak…, perusahaan Bapak/Ibu membutuhkan…. Sehubungan dengan hal itu…
3. Pengumuman
resmi dari instansi yang membutuhkan tenaga
Contoh
Berdasarkan dengan pengumuman nomor:…tanggal…tentang penerimaan karyawan PT…maka yang bertanda tangan di bawah ini:…
Contoh
Berdasarkan dengan pengumuman nomor:…tanggal…tentang penerimaan karyawan PT…maka yang bertanda tangan di bawah ini:…
4. Permohonan instansi pada sekolah
Contoh
Setelah mendapat informasi dari kepala sekolah tentang permohonan kerja…
Contoh
Setelah mendapat informasi dari kepala sekolah tentang permohonan kerja…
5. Inisiatif sendiri
Contoh
Yang bertanda tangan di bawah ini, …. dengan ini mengajukan permohonan untuk diterima sebagai karyawan pada….
Yang bertanda tangan di bawah ini, …. dengan ini mengajukan permohonan untuk diterima sebagai karyawan pada….
Perbedaan
sumber penulisan surat akan berdampak pada bahasa yang digunakan. Variasi
bahasa yang dapat dibuat seperti tampak pada uraian mengenai sumber penulisan
surat lamaran pekerjaan.
Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam
surat lamaran pekerjaan terkait dengan bahasa yang digunakan adalah sebagai berikut:
- Bahasa surat adalah bahasa yang baik dan benar.
- Bahasa surat menggunakan kata-kata yang sopan.
- Bahasa surat berisi kata pengantar yang jelas, singkat, padat, informative, dan tepat sasaran.
- Bahasa surat tampak dari tulisan yang bersih, mudah dibaca, sesuai dengan kaidah ejaan.
- Melengkapi bagian-bagian surat dengan norma bahasa surat (seperti penulisan unsur hal, tempat/tanggal, alamat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, tanda tangan, dan nama terang).
Contoh surat lamaran pekerjaan dan analisis unsur
kebahasaannya
Analisisnya:
No
|
Unsur-Unsur
Kebahasaan
|
Penjelasan
|
1
|
Bentuk surat yang standar
|
Surat lamaran yang dibuat sudah menggunakan format standar
|
2.
|
Bahasa yang baik dan benar
|
Penulisan surat lamaran tersebut sudah menggunakan kaidah berbahasa
yang baik seperti penulisan kalimat pemerincian, kata ganti orang ketiga,dan
penggunaan tanda baca titik (.), dan koma (,).
|
3.
|
Kata pengantar jelas, singkat, padat, informatif, dan tepat sasaran
|
Karena informasi lowongan bersumber dari media massa (Pikiran Rakyat),
pelamar mencantumkan sumber di awal. Selanjutnya, pelamar mengajukan diri
untuk mengisi lowongan tersebut.
|
4.
|
Penyampaian maksud surat pada isi surat
|
Sudah menggunakan kalimat yang jelas untuk melamar kerja. Namun.
kurang jelas menyampaikan posisi/jabatan yang diinginkan.
|
5
|
Pemakaian tanda baca koma (,) pada bagian penutup surat
|
Pada penutup surat, seharusnya setelah kata pimpinan diikuti
tanda baca koma (,).
|
Contoh2
Analisis unsur kebahasaannya:
A. Tanggal Surat
Penulisannya
dimulai dengan nama kota yang diawali huruf kapital, lalu diikuti tanda koma
(,). Tanggal ditulis dengan angka. Bulan ditulis dengan huruf kapital (tidak
disingkat). Tahun ditulis lengkap dengan angka.
Contoh
Jakarta,
25 Januari 2010 (benar)
Jakarta,
25-1-2010 (salah)
Jakarta,
25 Jan. 2010 (salah)
B. Lampiran
Lampiran adalah
sesuatu yang dilampirkan atau diikutsertakan pada surat tersebut. Dalam
lampiran harus ditulis juga jumlah dokumen yang disertakan pada surat lamaran
tersebut.
Kata lampiran ditulis Lampiran,
tidak disingkat menjadi lamp. Setelah itu, diikuti tanda titik
dua dan diakhiri jumlah dokumen tambahan. Lampiran tidak perlu
ditulis apabila tidak ada dokumen yang disertakan pada surat tersebut.
Contoh
:
Lampiran : Lima
Berkas (benar)
Lamp. : 5
berkas (salah)
Lampiran : 0
(salah)
Lampiran
: - (salah)
C. Perihal
Kata perihal bersinonim
dengan kata hal yang sebenarnya menyatakan 'tentang' atau 'mengenai'.
Dengan kata lain, surat tersebut isinya tentang apa. Dalam hal ini, tentu saja
mengenai lamaran kerja atau permohonan menjadi karyawan. Kata perihal atau hal ditulis Perihal atau Hal (tidak
disingkat menjadi Hal. ), lalu diikuti tanda titik dua, dan diakhiri dengan
maksud surat tersebut.
Contoh :
Perihal : Permohonan Menjadi Karyawan (benar )
Hal : Lamaran Kerja (benar)
Hal. : lamaran kerja (salah)
D. Alamat surat
Alamat surat adalah
alamat tujuan. Dalam hal ini tentu saja alamat perusahaan yang akan dilamar.
Penulisannya dimulai dengan Yth. (Tidak menggunakan kepada),
langsung diikuti nama jabatan kepala personalia atau direktur personalia. Kata
sapaan Bapak atau Ibu boleh digunakan, tetapi harus diikuti
nama(tidak disingkat dan tidak diikuti nama jabatan). Kata jalan ditulis
lengkap (tidak disingkat), diikuti nama jalan dan angka nomor jalan (kata nomor tidak
perlu ditulis). Setiap baris tidak diakhiri tanda baca.
Contoh :
Yth. Direktur Personalia (benar)
PT Jaya Mandiri
Jalan Kencana Wungu 10, Jakarta
Kepada Yth. Direktur
personalia (salah)
PT jaya mandiri
Jalan kencana wungu
Nomor 10,Jakarta
Yth. Direktur
personalia (salah)
PT jaya mandiri
Jalan kencana wungu
10, Jakarta
E. Salam pembuka
Ada beberapa salam
yang sering digunakan dalam surat, seperti dengan hormat, salam
takzim, salam sejahtera, dan lain-lain. Dalam surat lamaran,
salam pembuka yang digunakan adalah Dengan hormat karena surat
lamaran termasuk surat resmi. Salam pembuka ditulis dengan huruf pertama
kapital dan diakhiri tanda koma.
Contoh:
Dengan
hormat, (benar)
dengan
hormat (salah)
Dengan
hormat. (salah)
F. Pembuka Surat
Paragraf pembuka surat
lamaran di sesuaikan dengan latar penulisan surat tersebut. Apabila mengajukan
lamaran berdasarkan iklan di media massa, si pelamar harus mencantumkan nama
media, tanggal terbit, dan jenis pekerjaan yang dilamar. Penulisannya dapat di
mulai dengan pernyataan sesuai dengan, sehubungan dengan, berdasarkan
iklan, dan lain-lain. Hal ini berbeda dengan pengajuan atas inisiatif sendiri
yang penulisannya dapat dimulai Dengan ini, Dengan surat ini, melalui
surat ini, dan lain lain
Contoh :
Berdasarkan iklan lowongan
pekerjaan yang saya baca di Kompas, tanggal 20 januari 2010,
perusahaan yang Bapak pimpin membutuhkan karyawan untuk bagian produksi. (Benar)
Berdasarkan iklan lowongan
pekerjaan, perusahaan yang Bapak pimpin membutuhkan karyawan untuk bagian
produksi. (Salah)
Bersama surat ini, saya menyampaikan
surat lamaran kepada perusahaan yang Bapak pimpin. (Salah)
G. Identitas Pelamar
Penulisan identitas
pelamar dimulai dengan nama, tempat tanggal lahir, dan alamat. Semua kata
ditulis dengan huruf pertama huruf kecil, kecuali nama pelamar dan kota.
Setelah kata tempat, diikuti tanda koma (bukan garis miring).
Contoh :
nama
:
Raka Sinatria (benar)
tempat,
tanggal lahir : Cirebon, 25
Juli 1985
alamat
:
Perumahan Malaka Jaya C18/4, Jakarta
nama
: Raka Sinatria (salah)
tempat
/ tgl. lahir : Cirebon, 25 Juli 1985
alamat
: Perumahan Malaka
Jaya C18/4, Jakarta
Nama : Raka
Sinatria (salah)
Tempat
dan tanggal lahir : Cirebon, 25 Juli
1985
Alamat
:
Perumahan Malaka Jaya C18/4, Jakarta
H. Penutup Surat
Bagian penutup surat
berisi harapan atau ucapan terima kasih. Huruf pertama pada kata sapaan harus
memakai huruf kapital.
Contoh:
• Atas perhatian
Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih. (Benar)
• Atas perhatiannya,
saya ucapkan terima kasih. (Salah)
• Atas perhatian
bapak/ibu, saya haturkan banyak terima kasih. (Salah)
I. Salam
Penutup
Seperti halnya salam
pembuka, salam penutup pada surat menggunakan pernyataan yang resmi,
yaitu Hormat saya, lalu diikuti tanda koma.
Contoh :
Hormat
saya, (benar)
hormat
saya, (salah)
J. Tanda Tangan dan
Nama Pelamar
Huruf pertama pada
setiap kata nama pelamar ditulis dengan huruf kapital (tidak huruf kapital
semua, tidak didalam tanda kurung , dan tidak digarisbawahi).
Contoh :
Raka
Sinatria (benar)
(Raka
sinatria) (salah)
RAKA
SINATRIA (salah)




Komentar
Posting Komentar